Kategori
Ulasan

Review: iPad Pro 2020 dan Magic Keyboard

Silakan bagikan tulisan ini

Bisakah iPad Pro menggantikan laptop Anda? Bisakah kita bekerja sepenuhnya di iPad Pro?

Jika pertanyaan ini diajukan tahun lalu, atau tahun-tahun sebelumnya maka saya akan dengan lantang menjawab “Tidak”. iPad Pro (versi 12,9 inci dirilis tahun 2015 dan dilanjutkan dengan versi 11 inci pada tahun 2016) sejak kemunculannya membingungkan banyak orang. Untuk siapakah iPad Pro tersebut? Silakan dibaca tulisan ini untuk mendapatkan jawabannya. Jangan lupa ditonton video unboxing-nya di bawah ini, berikan komentar, like dan subscribe ke channel-nya yaaaa !!!

Sejarah Singkat iPad

Pada saat itu, Apple telah merilis tiga tipe iPad yaitu seri iPad, seri iPad Air maupun seri iPad mini. iPad dan iPad Air memiliki ukuran besar (10,2 dan 10,9 inci) yang ditujukan untuk segmen pengguna yang membutuhkan layar lapang untuk bekerja. Apple kemudian membedakan kedua seri ini dari sisi harga dan resolusi layar. Seri iPad ditujukan untuk level pemula, sedangkan seri iPad Air adalah untuk kalangan profesional.

Ketika Apple merilis iPad mini tahun 2012, seri iPad sudah memasuki generasi keempat. Perilisan iPad mini sendiri telah membuat orang bertanya-tanya apakah ada segmen pasar yang akan menggunakan iPad versi 7,9 inci tersebut. Jika Ya, siapa mereka dan dipakai untuk apa iPad mini ini? Ukuran iPad mini boleh dikatakan kecil namun untuk urusan kinerja maka prosesor yang disematkan pada iPad mini adalah selalu sama atau lebih tinggi dibandingkan seri iPad. Kalaupun lebih rendah, maka nilai plus yang diberikan unutk iPad mini ada pada layarnya. Seri pertama iPad mini menggunakan prosesor A5 sedangkan seri iPad pada tahun tersebut memakai prosesor A5X. Apple mengatakan bahwa A5X dua kali lebih cepat dari A5. Pada sisi tampilan, tipe layar iPad mini adalah layar retina (bandingkan dengan layar IPS LED pada seri iPad), sama dengan tipe layar iPad Air. Resolusi layar iPad mini adalah sama dengan iPad, tapi jika dihitung kepadatan resolusi maka iPad mini lebih tinggi dibandingkan dengan iPad. Kembali kepada pertanyaan awal, untuk siapakah seri iPad mini ini? Menurut The Verge, Apple sendiri terkejut dengan kenyataan bahwa pengikut setia iPad mini akan selalu membeli iPad mini versi baru dan tidak tergoda untuk berpindah ke seri iPad lainnya. Alasannya hanya satu, “ukuran”. Pengguna iPad mini adalah mereka yang menyukai layar kecil namun cukup besar jika dibandingkan dengan ponsel pintar yang paling besar sekalipun.

Bagaimana dengan iPad Pro? Ketika merilis iPad Pro pada 2015, Apple memang menempatkan seri iPad ini sebagai seri paling mahal yang ditujukan untuk pengguna yang menginginkan kinerja level tertinggi dari sebuah iPad. Prosesor tercepat, RAM terbesar, layar terlapang, teknologi terkini dari Apple (Face ID, konektor USB type C, dll.) semua disematkan pada iPad Pro. Walupun demikian, generasi iPad Pro sebelumnya tetap menerima banyak kritikan dari sisi harga maupun dukungan terhadap aksesoris pihak ketiga maupun penambahan kapasitas memori. Apple kemudian mencoba memperbaiki dua hal terakhir dengan merilis iPad OS, namun untuk harga rasanya tidak akan dipangkas oleh Apple.

Fitur-fitur iPad Pro 2020

Sebelum pertanyaan di awal tulisan ini bisa dijawab, maka ada baiknya kita lihat terlebih dahulu fitur-fitur yang ditawarkan oleh Apple pada versi terbaru dari iPad Pro yaitu iPad Pro 2020.

Versi 11 inci
(generasi ke-2)
Versi 12,9 inci
(generasi ke-4)
ProsesorA12Z Bionic Chip dengan Neural EngineA12Z Bionic Chip dengan Neural Engine
Kamera12MP Wide dan 10MP Ultra Wide12MP Wide dan 10MP Ultra Wide
KonektorUSB Type-CUSB Type-C
Dimensi9,74*7,02 inci11,04*8,46 inci
Berat473 gram643 gram
LayarLiquid retinaLiquid retina
Resolusi2388*1668, 264 ppi2732*2048, 264 ppi
SensorLiDAR scannerLiDAR scanner
AutentifikasiFaceIDFaceID
Kartu SIMNano-SIM (mendukung Apple SIM)Nano-SIM (mendukung Apple SIM)
KonektivitasWi-Fi+CellularWi-Fi+Cellular
Daya BateraiSampai dengan 10 jam (berseluncur di Web menggunakan Wi-Fi atau menonton video)Sampai dengan 10 jam (berseluncur di Web menggunakan Wi-Fi atau menonton video)
Sumber: Apple

Dengan fitur seperti di atas tidak mengherankan jika iPad Pro 2020 bisa disebut sebagai “monster”. Kenapa? Berdasarkan data dari GeekBench, prosesor A12Z Bionic yang digunakan pada kedua versi iPad 2020 memang mendapatkan skor (1116/1118) yang lebih rendah dibandingkan skor prosesor A13 Bionic (1328-1322) pada seri iPhone 11 dan iPhone SE (generasi 2) untuk uji inti tunggal (single-core). Namun performa inti banyak (multi-core) yang didapatkan (4615/4622) adalah jauh dari iPhone 11 Pro Max yang hanya mencapai 3398. Ini menunjukkan bahwa iPad Pro 2020 memang ditujukan untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan prosesor yang banyak seperti desain grafis, fotografi maupun penyuntingan video. Pada jenis pekerjaan tersebut maka akan terlihat keunggulan dari prosesor A12Z Bionic dibandingkan dengan A13 Bionic. Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Air Photography, ketika digunakan untuk melakukan penyuntingan video dengan resolusi 4K dengan banyak lapisan (layer), transisi, perubahan kecepatan, LUTS dan filter, iPad Pro 2020 hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk menyelesaikannya. Sayang panjang video yang disunting tidak disebutkan oleh sumber, walaupun begitu disebutkan juga pada uji coba yang dilakukan bahwa penyuntingan video menggunakan versi apapun dari iPad Pro adalah sangat mulus dan tidak ada jeda (lag).

Nah, bagaimana jika Anda adalah seorang pengguna yang tidak berhubungan dengan penyuntingan video, desain grafis maupun fotografi. Masihkah iPad Pro 2020 sesuai untuk Anda? Jawaban saya tentu saja “Ya”. Untuk jenis pekerjaan yang hanya membutuhkan prosesor biasa-biasa saja seperti mengetik dengan MS Word, menghitung menggunakan MS Excel atau membuat slide presentasi dengan MS Powerpoint, iPad Pro 2020 akan memberikan keleluasaan kepada Anda dengan layarnya yang luas. Kenyamanan melihat ruang kerja pada layarnya akan membuat Anda betah untuk berlama-lama bekerja menggunakan iPad Pro 2020.

Apple Magic Keyboard: Aksesoris Terbaik untuk iPad Pro Anda!

Seperti yang saya katakan sebelumnya, layar yang lapang yang ditawarkan oleh iPad Pro 2020 dan kinerja yang jauh di atas rata-rata membuat semua orang senang menggunakannya. Namun, sejak diluncurkan banyak kritik ditujukan kepada kurangnya dukungan aksesoris yang mumpuni, terutama papan ketik (keyboard). Walaupun telah menyertakan Apple Folio Smart Keyboard sebagai aksesoris yang dijual terpisah, banyak orang masih kurang puas dengan papan ketik tersebut. Salah satu alasannya adalah tombol-tombol pada papan ketik itu terlalu keras dan butuh tenaga ekstra untuk memberikan tekanan yang pas. Selain itu, papan ketik tersebut menggunakan bluetooth untuk konektivitasnya yang tentu akan menguras baterai iPad Anda disamping mengharuskan Anda untuk mengisi daya papan ketik tersebut jika habis. Apple Folio Smart Keyboard dapat dikatakan sebagai aksesoris yang cukup untuk menunjang pekerjaan tapi masih jauh dari kata sempurna.

Bersamaan dengan peluncuran iPad Pro 2020, Apple juga memperkenalkan aksesoris baru untuknya yang dinamakan Apple Magic Keyboard. Penggunaan kata Magic sebagai nama dari papan ketik baru Apple ini sepertinya bertujuan untuk menggambarkan pengalaman yang ditawarkan dalam hal penggunaannya. Magnet yang sangat kuat disematkan pada bidang dimana Anda meletakkan iPad Pro 2020 Anda. Saking kuatnya magnetnya, Anda tidak akan dapat melepaskan iPad 2020 Anda dengan cara menggoyang-goyangkannya. Tapi di sisi lain, untuk memasang iPad Pro 2020 Anda adalah sangat mudah. Anda hanya perlu mendekatkan iPad Pro 2020 Anda ke bidang dengan magnet tadi, secara otomatis iPad Pro 2020 Anda akan menempel tanpa ada kemungkinan Anda melakukan kesalahan penempatan. Untuk melepaskan iPad Pro 2020 Anda dari papan ketik, Anda cukup menarik bagian bawah dari iPad Pro 2020 Anda yang tidak menempel pada magnet. Apple dengan sangat cerdik telah membuat desain papan ketik ini agar mudah digunakan namun tidak akan menyebabkan iPad Pro 2020 Anda terlepas tanpa sengaja.

Tombol-tombol pada papan ketik sangat responsif dan tidak keras. Anda hanya butuh sedikit tenaga untuk mendapatkan respon dari papan ketik ini. Papan ketik ini saya rasa jauh lebih baik dibandingkan papan ketik pada MacBook Pro 13 inci dengan Touch Bar tahun 2017 maupun 2019 yang saya miliki. Kedua MacBook Pro tersebut sempat dikatakan memiliki masalah karena sistem kupu-kupu yang diterapkan pada papan ketiknya. Seharusnya Apple mengganti kedua papan ketik pada MacBook Pro tersebut dengan Apple Magic Keyboard!

Hal paling menjual dari Apple Magic Keyboard menurut saya adalah adanya TrackPad. Semua papan ketik yang dijual sebagai aksesoris oleh Apple sebelumnya tidak menyertakan TrackPad. Hal ini menyebabkan Anda tetap perlu menyentuh iPad Anda untuk pekerjaan yang membutuhkan gesture (pengguna produk Apple terutama MacBook akan familier dengan istilah ini). Tentu ini akan sedikit menjengkelkan karena satu tangan Anda akan menekan tombol-tombol papan ketik sedangkan tangan yang lain menyentuh layar iPad Anda). Gesture yang disediakan oleh Apple pada Apple Magic Keyboard adalah sama dengan gesture pada MacBook. Dengan demikian, keinginan Apple untuk menjadikan iPad Pro 2020 sebagai pengganti komputer (sesuai dengan slogan Apple untuk produk ini, “Your next computer is not a computer”) semakin mendekati kenyataan.

Kesimpulan

Saya sudah menggunakan Apple Magic Keyboard selama kurang lebih 2 minggu. Selama 2 minggu itu pula saya sudah mencoba untuk mengerjakan semua pekerjaan rutin saya menggunakan iPad Pro 2020 dengan Apple Magic Keyboard dan sedikit mungkin memakai MacBook saya. Sejauh ini saya lebih nyaman menggunakan iPad Pro 2020 karena hal-hal berikut ini:

  • Ringan untuk dibawa kemana-mana. iPad Pro 2020 11 inci dengan Apple Magic Keyboard menurut situs Tom’s Guide memiliki total berat 1,04 kg yang jauh lebih ringan dibandingkan MacBook Pro 13 inci dengan Touch Bar saya.
  • Papan ketik yang sangat nyaman untuk digunakan. Sejauh ini menurut saya ini adalah aksesoris terbaik untuk seri iPad Pro bahkan lebih baik dari Apple Pencil generasi ke-2.
  • Baterai yang cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari. Untuk penggunaan yang biasa-biasa saja (tidak untuk penyuntingan video atau pekerjaan lain yang membutuhkan komputasi prosesor dengan inti banyak), dari pengalaman saya baterai iPad Pro 2020 cukup untuk pemakaian seharian. Saya biasanya mengisi daya iPad Pro 2020 saya ketika menjelang tidur.
  • Dukungan gesture memberikan kemudahan dalam bekerja untuk pengguna yang sudah familier dengan ekosistem Apple.
  • Konektivitas antara iPad Pro 2020 dan Apple Magic Keyboard menggunakan smart connector (tiga bulatan magnet yang ada pada bagian belakang iPad) sehingga tidak membutuhkan pengisian daya ataupun menguras baterai dari iPad sendiri.
  • Ada tambahan konektor USB type-C pada bagian samping dari “engsel” Apple Magic Keyboard yang hanya bisa digunakan untuk mengisi daya baterai iPad Pro 2020 Anda. Dengan adanya tambahan konektor ini maka konektor USB type-C pada iPad Pro 2020 Anda dapat digunakan untuk keperluan yang lain.
  • Papan ketik Anda akan menyala pada kondisi kurang cahaya (low light) karena adanya lampu backlit yang ada di bawah masing-masing tombol pada papan ketik. Hal ini cukup membantu ketika Anda bekerja dengan penerangan yang minim sehingga tidak salah menekan tombol yang diinginkan.

Walaupun demikian, ada beberapa hambatan juga yang saya temui ketika bekerja menggunakan iPad Pro 2020 ini:

  • Hambatan paling utama adalah belum semua aplikasi mendukung TrackPad pada Apple Magic Keyboard. Para pengembang aplikasi tersebut masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kode program mereka agar dapat mendukung gesture pada TrackPad.
  • Tidak adanya tombol fisik untuk “ESC”. Tombol ini biasanya dapat digunakan untuk membatalkan perintah pada aplikasi-aplikasi.
  • Ruang TrackPad yang disediakan lebih kecil dibandingkan pada semua versi MacBook, bahkan versi-versi terbaru MacBook ruang untuk TrackPad semakin diperbesar.
  • Apple Magic Keyboard adalah aksesoris yang cukup mahal. Tidak perlu menunggu waktu lama sampai ada pihak ketiga yang akan menawarkan papan ketik dengan performa yang sama namun dengan harga yang terjangkau.

Sebagai kesimpulan, jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan pada awal tulisan adalah “Hampir”. Ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh Apple salah satunya adalah dukungan iPad OS (sistem operasi untuk iPad) kepada pihak ketiga (pengembang aplikasi maupun aksesoris). Aplikasi pihak ketiga juga perlu diarahkan untuk mendukung fitur-fitur yang disediakan oleh Apple Magic Keyboard. Sebelum aplikasi-aplikasi ternama seperti Google Chrome, MS Office, Facebook, dan lain-lain mendukung secara penuh Apple Magic Keyboard maka mimpi Apple agar iPad Pro dapat menggantikan sebuah komputer akan lama tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *