Kategori
Ulasan

Review: GoPro Hero 8 Black

Silakan bagikan tulisan ini

Jujur untuk topik kamera, atau khususnya action camera, ilmu saya masih jauh dari kata mumpuni (inipun baru pertama kali beli GoPro atau kamera sejenisnya :D), tapi berhubung baru beli yah sekalian deh dibuat tulisannya.

Beberapa pertanyaan yang kemungkinan dijawab lewat tulisan ini adalah cocok buat siapakah GoPro ini? Apa kelebihan yang dimiliki? Buat yang punya GoPro Hero seri sebelumnya, perlu mengganti dengan seri ini atau tidak?

Jangan lupa ditonton video unboxing-nya di Suns Channel di Youtube ya guys. Plis berikan komentar, like dan subscribe ke channel-nyaa. Thank you!!!

Sekilas tentang GoPro

Okay, mungkin banyak yang belum tahu apa sih GoPro itu. Kilas balik dulu ya guys. Jadi GoPro adalah sebuah perusahaan teknologi yang dibangun oleh Nick Woodman pada tahun 2002 dan berbasis di San Mateo, California, Amerika. Perusahaan ini fokus untuk mengembangkan kamera untuk aksi (action camera). Menurut Wikipedia, kamera aksi sendiri adalah kamera digital yang dirancang khusus untuk merekam suatu aksi atau tindakan saat sedang dilakukan. Genre kamera ini memang sering diasosiasikan dengan GoPro. Kenapa? Karena memang GoPro yang memperkenalkan istilah kamera aksi. Nick sendiri adalah penggemar surfing, sehingga ketika suatu saat di tahun 2002 dia sedang berselancar dan ingin menangkap momen itu dengan foto kualitas tinggi, tapi dia tidak bisa mewujudkannya. Kamera yang menghasilkan foto kualitas tinggi adalah sangat mahal pada tahun 2000-an. Hal ini yang memotivasi Nick untuk menciptakan kamera yang dapat menangkap aksi-aksi yang memukau namun dengan harga terjangkau. Kata GoPro sendiri merupakan singkatan dari “Going Pro” yang artinya “menjadi profesional”. Menjadi peselancar profesional memang merupakan tujuan Nick dan teman-teman saat itu (tapi setelah GoPro jadi terkenal mungkin Nick akan berpikir dua kali tentang hal ini). Kata “Hero” yang disematkan pada nama kamera GoPro dimaksudkan lebih ke ide bahwa kualitas gambar yang dihasilkannya adalah sangat bagus sehingga dapat memberikan kesan keren ke obyek fotonya. Intinya adalah GoPro ingin diingat karena kualitas foto yang dihasilkan dan dapat menangkap momen-momen penting dari suatu aksi yang mungkin luput dari kamera biasa. Tapi, seiring perkembangannya GoPro lebih digunakan oleh orang untuk merekam video untuk Vlog, maupun membuat konten Youtube. Mari kita lihat apa fitur-fitur yang ditawarkan oleh GoPro Hero 8 Black yang dirilis tahun 2019 ini.

Fitur-fitur GoPro Hero 8 Black

Bagi kalian yang suka dengan spesifikasi teknis, yuk mari kita bahas satu-satu fitur unggulan yang disematkan di seri GoPro ini. Tapi sebelumnya dilihat dulu ya spesifikasi teknisnya di bawah ini.

GoPro Hero 7 BlackGoPro Hero 8 Black
Sensor1/2.3″1/2.3″
Aperturef/2.8f/2.8
Ukuran62,3 x 44,9 x 33 mm66,3 x 48,6 x 28,4 mm
Berat116 g126 g
Mode Video4K60, 2.7K120, 1440p120, 1080p2404K60, 2.7K120, 1440p120, 1080p240
Format VideoMP4 (H.264 / H.265)MP4 (H.264 / H.265)
StabilisasiHyperSmoothHyperSmooth 2.0
Loop RecordingYaYa
Live StreamingYaYa
TimeWrap VideoYaYa
Resolusi Gambar Diam12 MP12 MP
Photo Burst30 fps30 fps
KonektivitasWiFi, Bluetooth, GPSWiFi, Bluetooth, GPS
BateraiLithium ion, 1220 mAhLithium ion, 1220 mAh
Ketahanan Air33 kaki (10 m)33 kaki (10 m)
Layar SentuhYaYa
Harga$399 (ketika dirilis pada tahun 2018)$399 (Rp. 5.590.708, 1 dolar = Rp. 14.011 sebelum pajak)
Sumber: Wikipedia

Jika dilihat dari tabel perbandingan fitur antara GoPro Hero 7 Black dengan GoPro Hero 8 Black maka tidak banyak perubahan yang ditawarkan pada kamera GoPro Hero 8 Black dibandingkan seri pendahulunya. Hanya fitur stabilisasi yang ditingkatkan dari Hypersmooth pada GoPro Hero 7 Black menjadi Hypersmooth versi 2 pada GoPro Hero 8 Black. Sebelum kita membahas mengenai fitur Hypersmooth versi 2 mari kita lihat perbedaan-perbedaan yang mungkin tidak terlihat secara langsung.

Dari sisi ukuran, Hero 8 adalah lebih tipis jika dibandingkan dengan Hero 7 (28,4 mm vs 33 mm) namun lebih lebar dan tinggi (66,3*48,6 mm vs 62,3*44,9 mm). Lebar ini mungkin kompensasi dari ditambahkannya kaki-kaki seperti pada gambar di atas. Tapi perbedaan ini adalah tidak mencolok. Penambahan kaki-kaki tersebut tentu saja akan memudahkan pemasangan Hero 8 pada tripod atau aksesoris lainnya. Selain itu, perbedaan yang dapat dilihat dengan versi-versi sebelumnya adalah pada seri Hero 8 lensa depan kamera tidak lagi dapat dilepas dan diganti. GoPro telah menggunakan Gorilla Glass untuk lensa depan yang diklaim lebih aman dan tahan terhadap goresan.

Perbedaan mendasar lainnya dari sisi fisik adalah sekarang hanya ada satu bukaan pintu yang terletak pada samping kamera Hero 8. Bukaan ini adalah untuk menempatkan baterai, memori tambahan microSD, USB Type-C. Disamping itu untuk aksesoris-aksesoris tambahan (yang dinamakan mods) juga akan dipasang pada bukaan ini. Salah satu aksesoris tambahan yaitu media mods digunakan untuk mikrofon tambahan yang berkualitas tinggi berbentuk seperti senapan, port tambahan untuk mikrofon ukuran 3,5 mm dan dua “sepatu” kosong. Pada sepatu kosong ini dapat ditambahkan monitor eksternal yang menghadap ke depan dan lampu LED lumen. Jika kedua mods ini digunakan maka GoPro akan kehilangan ketahanan terhadap airnya. Tapi tambahan-tambahan inilah yang menarik buat para vlogger.

Satu hal lain yang mungkin menjadi perhatian untuk pengguna sebelum membeli adalah panas yang dikeluarkan ketika digunakan. Setelah merekam klip dengan durasi 15 menit pada 4K24 dengan stabilisasi, bagian bawah kamera terasa sangat panas saat disentuh. Pengukuran menggunakan termometer biasa, bukan laser, tertera 107,4 derajat F. Ketika mencobanya lagi dengan stabilisasi, Wi-Fi, dan GPS dinonaktifkan suhunya mencapai 112,9. Itu benar-benar panas! Sebagai tambahan, suhu tersebut diukur beberapa menit setelah rekaman berakhir, dan itu bukan cara yang bagus untuk mengukur suhu, jadi kemungkinan suhu di dalamnya jauh lebih panas. Saya tidak pernah mengalami overheat ataupun mati total, tetapi masih bermasalah, terutama jika Anda memotret di hari yang panas.

Hero 8 Black juga menggunakan baterai jenis baru. Ukuran dan bentuknya sama persis seperti sebelumnya, dan memiliki jumlah daya yang sama (1.220 mAh). Selain dari blueprint, tidak akan terlihat jelas apa yang telah berubah. “Perbedaannya adalah bahwa baterai baru memungkinkan untuk tingkat debit yang lebih tinggi,” kata perwakilan GoPro kepada saya. “Tingkat debit yang lebih tinggi membantu mengaktifkan HyperSmooth 2.0 di semua resolusi dan frame rate. Baterai HERO 8 Black, bagaimanapun, kompatibel ke belakang untuk kamera sampai dengan HERO 5 Black. Dan juga, baterai dari HERO 5 ke HERO 7 kompatibel dengan HERO 8 Black, tetapi pengguna akan mendapat peringatan bahwa fitur-fitur tertentu tidak akan diaktifkan. Hal ini mungkin agak menjengkelkan bagi kita yang telah mengumpulkan banyak baterai dari beberapa generasi terakhir.

Saya melakukan dua tes penggunaan baterai. Pertama, dalam mode Linier 4K24, HyperSmooth 2.0 pada tingkat tertinggi, ditambah Wi-Fi dan GPS dihidupkan. Dalam mode haus-daya ini, baterai bertahan sampai dengan 72 menit. Ketika saya memotret pada mode Wide 4K24, dengan semuanya dimatikan dan pengaturan kecepatan bit rendah, itu membuatnya menjadi 90,5 menit. Saya sebut itu cukup memadai, namun tidak spektakuler.

Secara keseluruhan, saya suka desain baru ini. Tidak perlu menggunakan tambahan frame menjadi nilai tambah yang sangat bagus. Saya suka pintu di samping yang baru juga, karena memudahkan menukar baterai atau kartu SD tanpa menurunkan kamera. Masalah panasnya memang sesuatu yang memprihatinkan, tapi saya belum kepanasan dan mati, jadi untuk saat ini saya hanya menyarankan agar Anda tidak merekam video di hari yang panas.

Hypersmooth Versi 2

Tahun lalu, dengan Hero 7, GoPro memperkenalkan stabilisasi gambar elektronik baru yang disebut HyperSmooth. GoPro mengklaim itu memberikan stabilisasi “seperti gimbal”, jadi saya mengujinya terhadap gimbal yang sebenarnya . Itu bagus, tapi tidak sebagus itu. Hebatnya, HyperSmooth 2.0 sebenarnya mendekati level gimbal.

Seberapa keras goncangan yang bisa diterima oleh Hero 8 tidak dapat diprediksi, namun begitu kualitas rekamannya tetap terlihat bagus. Merekam dalam keadaan bergerak, misalnya pada mobil yang berjalan dengan kecepatan 65 mph (usahakan mengajak teman dan memintanya untuk menyetir), atau bersepeda di jalan tanah yang bergelombang dan kasar, dapat membuat hasil rekaman yang diambil sama seperti kalau kamera diikatkan pada crane karena guncangannya. Tapi jika Anda melihat hasil rekaman menggunakan Hero 8, Anda akan mengira bahwa rekaman itu diambil di jalan beraspal yang mulus. Menurut saya, setidaknya perubahan yang diberikan pada versi ini adalah dua tingkat lebih tinggi dari HyperSmooth versi pertama, dan itu cukup bagus.

Terdapat empat opsi yang dapat Anda pilih untuk stabilisasi, yaitu Off, On, High, dan Boost. On memberikan sedikit peningkatan dibanding stabilisasi pada versi Hero sebelumnya. High merupakan pilihan yang menunjukkan perbedaan dari Hypersmooth versi 2. Ini merupakan peningkatan besar-besaran dari fitur tahun lalu dan hal terbaik tentang itu adalah tidak ada pemotongan gambar yang lebih dari mode On biasa (pemotongan hanya sebesar 10 persen). Ini adalah sangat menakjubkan. Dengan Hero 8, bidang pandang didapat adalah tetap bagus dan lebar yang sesuai untuk rekaman aksi-aksi yang menakjubkan. Namun, jika Anda tidak keberatan dengan pemangkasan yang lebih parah, Anda dapat mengubah HyperSmooth menjadi “Boost,” yang mempersempit FOV namun tetap menstabilkan bidikan.

Kita dapat menggunakan setidaknya beberapa bentuk stabilisasi pada setiap resolusi dan frame rate, tetapi tidak semua pilihan akan tersedia. Misalnya, pada mode 1080p240 sekarang dapat distabilkan untuk gerakan lambat (slo-mo) yang sangat halus (pilihan ini tidak ditemukan pada Hero 7), tetapi ini hanya dapat dilakukan pada mode On. Pilihan yang sama juga disediakan pada mode 4K60. Jika dimungkinkan, maka pilihlah mode High untuk fitur HyperSmooth 2.0. Namun, jika kita mengikuti seseorang di atas papan salju atau sepeda gunung, di mana pemotongan gambar yang lebih dekat tidak menjadi masalah, maka cukup gunakan mode Boost.

Walaupun demikian, Hyperboost 2.0 masih tidak cukup stabil jika dibandingkan dengan gimbal. Mode HyperSmooth 2.0 High dan Boost bekerja sangat baik dengan pitch dan yaw, tetapi roll agak sulit untuk dikompensasikan, sementara pada gimbal kita hanya perlu untuk memutar leher robotnya untuk menjaga horizon tetap lurus. Pada sisi lain, gimbal adalah sangat sulit untuk digunakan. Gimbal adalah besar, mereka tidak kedap air, ketika terkena angin kencang gimbal menjadi sulit untuk dikontrol, dan gimbal harus selalu diisi dayanya. Kenyamanan kamera mungil ini dengan mudah mengalahkan sedikit penurunan kualitas pada kehalusan gambar. Namun, dibandingkan membawa gimbal yang berat kemana-mana maka penurunan kualitas ini dapat diterima.

Kesimpulan

Dari ulasan yang telah dijelaskan sebelumnya maka berikut adalah daftar kelebihan dan kekurangan dari GoPro Hero 8 Black.

GoPro Hero 8 Black

Kelebihan

  • Adanya kaki-kaki pada bagian bawah dari kamera yang khusus digunakan untuk melekatkan kamera ke tripod.
  • Adanya tambahan variasi aksesoris (mods).
  • Peningkatan pada sisi stabilisasi video dengan Hypersmooth versi 2.
  • Live Streaming pada 1080p.

Kekurangan

  • Desain bukaan di samping kamera yang merupakan sesuatu yang baru dan tidak biasanya.
  • Tidak adanya port HDMI.
  • Panas yang berlebihan ketika digunakan.

Jadi kesimpulan saya adalah untuk pemilik GoPro Hero 7 Black tidak perlu terburu-buru untuk menggantinya dengan yang baru. Jika yang dibutuhkan adalah stabilisasi kamera untuk perekaman video yang lebih baik maka mungkin GoPro Hero 8 Black ini dapat dipertimbangkan. Atau untuk Anda yang menyukai desain minimalis dan tidak ribet menambahkan kerangka (frame) lagi untuk memasang kamera ke tripod maka silakan pilih GoPro Hero 8 Black. Untuk Anda yang belum memiliki kamera GoPro maka ini adalah pilihan terbaik untuk saat ini. Akhir kata, semua dikembalikan lagi ke keperluan Anda dan dana yang tersedia, review disini hanya bersifat berbagi pengalaman sesama pengguna kamera aksi terutama seri GoPro Hero 8 Black.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *