Kategori
Ulasan

Review: Samsung Galaxy S20 Ultra

Silakan bagikan tulisan ini

Samsung beberapa waktu yang lalu telah meluncurkan kembali seri flagship Galaxy S yang terdiri atas Galaxy S20, S20+ dan S20 Ultra. Lini ponsel yang dikeluarkan ini hampir sama dengan produk keluaran Apple untuk tahun 2020 ini yaitu iPhone 11, 11 Pro dan 11 Pro Max. Dari ketiga ponsel tersebut, iPhone 11 Pro Max merupakan jagoan terbaru dari Apple. Melihat kesamaan lini ponsel Apple dan Samsung ini, maka dapat disimpulkan bahwa Galaxy S20 Ultra merupakan seri ponsel tertinggi yang menjadi andalan Samsung tahun ini (disamping mungkin Galaxy Fold yang ditujukan untuk segmen pasar yang sama sekali berbeda).

Yang mungkin menjadi pertanyaan banyak orang adalah kenapa seri Galaxy S terbaru ini diberi nama S20, padahal seri S terakhir yang dikeluarkan tahun lalu dinamakan S10. Disamping itu, pertanyaan yang biasa dan selalu diajukan tiap tahunnya adalah fitur-fitur apa saja yang menjadi andalan seri Galaxy S20 Ultra ini? Bagi pembaca yang penasaran untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, maka silakan dilanjutkan membaca tulisan ini. Untuk Anda yang sekedar ingin tahu penampakan Galaxy S20 Ultra tidak ada salahnya untuk membaca corat-coret saya ini. Jangan lupa tonton video unboxing-nya di Youtube lewat Suns Channel !

Spesifikasi Teknis Samsung Galaxy S20 Ultra

Sebelum kita membahas fitur-fitur andalan yang ditawarkan oleh Samsung di Galaxy S20 Ultra ini, maka ada baiknya kita singgung terlebih dahulu beberapa spesifikasi teknis yang membedakan ketiga ponsel pada seri Galaxy S tersebut.

Galaxy S20Galaxy S20+Galaxy S20 Ultra
Dimensi Bodi6,2 inci6,7 inci6,9 inci
RAM8 GB8 GB12 GB
Kapasitas Penyimpanan128 GB (ekpansi sampai dengan 1 TB dengan microSD)128 GB (ekpansi sampai dengan 1 TB dengan microSD)128 GB (ekpansi sampai dengan 1 TB dengan microSD)
Kamera Belakang12 MP sudut lebar, 64 MP telefoto, 12 MP ultra lebar12 MP sudut lebar, 64 MP telefoto, 12 MP ultra lebar, modul kamera mendalam 0,3 MP dengan teknologi TOF (Time-of-Flight) 3D108 MP sudut lebar, kamera periskop 48 MP dengan 10x hybrid optical zoom, 64 MP telefoto, 12 MP ultra lebar
Kamera Depan10 MP10MP40 MP
Kapasitas Baterai4000 mAh4500 mAh5000 mAh
WarnaCosmic Gray, Cloud Blue, Cloud PinkCosmic Black, Cosmic Gray, Cloud BlueCosmic Black, Cosmic Gray
HargaRp. 12,9 jutaanRp. 14,5 jutaanRp. 18,7 jutaan
Sumber: CariSinyal

Jika melihat perbandingan spesifikasi teknis di atas, sekilas terlihat bahwa Galaxy S20 Ultra dibekali dengan RAM terbesar, teknologi kamera belakang yang sangat mumpuni, kamera depan yang keren dan baterai yang tahan lama. Melihat fitur-fitur andalan tersebut adalah tidak mengherankan jika Samsung membandrol ponsel andalannya ini dengan harga yang mencapai Rp. 18 jutaan. Perlu menjadi catatan bahwa Galaxy S20 Ultra yang hadir di Indonesia hanya yang kapasitasnya 128 GB. Mungkin untuk versi dengan kapasitas lebih besar akan segera menyusul untuk dipasarkan di Indonesia.

Fitur-fitur Andalan

Selain spesifikasi teknis di atas, ada beberapa fitur atau perbaikan yang disematkan oleh Samsung pada seri Galaxy S20 ini. Pertama, dari segi dukungan terhadap jaringan maka ketiga seri S20 tersebut sudah mendukung koneksi 5G. Koneksi 5G ini, setidaknya secara teknis, menyediakan kecepatan maksimum 10 Gbps (Gigabit per detik). Tentu saja ini adalah peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 4G maupun 4G LTE-A yang kecepatan maksimumnya masing-masing adalah 10 Mbps (Megabit per detik) dan 50 Mbps. Teknologi 5G ini boleh saja menjadi andalan Samsung di Korea Selatan yang menjadi tanah kelahirannya, tapi apakah cocok untuk di Indonesia? Di Indonesia sendiri sejauh ini belum ada operator tanah air yang menyatakan siap untuk mendukung teknologi 5G ini. Dikutip dari Tempo, teknologi 5G ini baru akan hadir sekitar tahun 2022. Menurut Ketua Umum ATSI, Ririek Adriansyah, saat diskusi “Embarking 5G, A Pursuit to Digital Destiny” di Jakarta, Rabu, 27 November 2019 ada beberapa hal yang menjadi tantangan hadirnya teknologi 5G ke Indonesia. Walaupun sudah mulai diujicobakan sejak tahun 2017 namun mayoritas konsumsi publik di Indonesia belum membutuhkan koneksi super cepat ini. Di sisi lain, aspek-aspek seperti spektrum frekuensi, infrastruktur hingga regulasi harus dibenahi terlebih dahulu sebelum 5G bisa dikonsumsi oleh publik. Jadi menurut saya, dukungan 5G yang disematkan oleh Samsung pada ponsel seri Galaxy S20 adalah sangat keren, namun bukan ditujukan untuk pengguna di Indonesia.

Selain dari sisi koneksi, peningkatan yang cukup signifikan ada pada sisi layar. Untuk seri Galaxy S20, refresh rate pada layar ponsel ditingkatkan menjadi 120 Hz yang menyebabkan tampilan yang lebih halus. Pada umumnya, layar ponsel memiliki refresh rate maksimum yaitu 60 Hz. Jadi ini merupakan peningkatan 2x lipat dibandingkan ponsel-ponsel lain yang diharapkan oleh Samsung membuat tampilan Galaxy S20 tentu saja menjadi lebih segar dibanding ponsel lain. Disamping itu, Samsung juga mengklaim bahwa respon dari sentuhan pada layar telah ditingkatkan sehingga pengalaman pengguna dalam menggunakan ponsel seri Galaxy S20 akan semakin nyaman.

Pro Upgrade” pada Kamera

Samsung sangat mengandalkan fitur kameranya pada seri Galaxy S20 ini sampai-sampai tagline yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan pada sisi kamera adalah “pro upgrade”. Tagline ini mengindikasikan bahwa kamera pada Galaxy S20 ini memiliki peningkatan yang signifikan sehingga pengguna dapat mencapai level profesional dari segi hasil foto.Walaupun ketiga kamera pada seri Galaxy S20 ini datang dengan peningkatan pada sisi kamera, kamera pada Galaxy S20 Ultra dapat dikatakan sebagai “level berikutnya”. Galaxy S20+ dan S20 Ultra dilengkapi dengan fitur kamera Space Zoom yang sangat menonjol (menggunakan sistem tiga kamera, dibandingkan dua kamera pada S20). Pada S20 Ultra, kamera lipat 48 MP merupakan gabungan antara pembesaran optik dan digital sehingga mencapai maksimum 100x pembesaran. Walaupun ada degradasi pada gambar, yang sangat bisa untuk dimaklumi, tetap saja ini merupakan pencapaian yang sangat bagus untuk sebuah kamera ponsel. Bagi fotografer amatir, ini dapat Galaxy S20 Ultra dapat menjadi pertimbangan dibanding membeli kamera digital super mahal disamping harus merogoh kocek dalam-dalam untuk lensa jarak jauhnya yang tidak kalah mahal.

Mungkin salah satu alasan kenapa Samsung sampai melompati 9 penomoran untuk seri Galaxy S ini adalah karena teknologi kameranya yang sangat superior dibandingkan pabrikan-pabrikan lain termasuk Apple dimana iPhone biasanya menjadi tolak ukur untuk hasil foto maupun perekaman video.

Peningkatan lain pada sisi kamera adalah untuk perekaman videonya. Video pada S20 Ultra dapat direkam pada resolusi 8K dengan 24 FPS. Bandingkan dengan spesifikasi untuk perekaman video pada Galaxy S10+ yang mentok di resolusi 4K dan 60FPS. Ini adalah suatu lompatan besar. Tapi, dengan meningkatnya resolusi maka tentu video hasil perekaman akan membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Menurut Samsung, 1 menit video 8K pada Galaxy S20 akan membutuhkan ruang sebesar 600 MB. Coba bandingkan dengan 1 menit video 4K pada Galaxy S10+ yang membutuhkan 300-350 MB. Sejujurnya, kebutuhan ruang ini adalah cukup baik jika tidak bisa dikatakan sangat baik. Sebuah video 8K memiliki jumlah piksel 4X lebih banyak dibandingkan 4K, logikanya kebutuhan ruang juga akan meningkat 4x lipat yaitu 1,2 – 1,4 GB. Dibandingkan angka tersebut, maka ruang 600 MB ini menjadi pencapaian yang besar (tingkat kompresi yang menyentuh 50%). Perlu diingat bahwa kapasitas penyimpanan internal yang disediakan oleh Samsung pada Galaxy S20 adalah mulai dari 128 MB. Jika Anda adalah orang yang senang untuk merekam video pada resolusi 8K, maka perlu dipertimbangkan untuk menambah kapasitas media penyimpanan menggunakan memori microSD (maksimal sampai 1 TB). Disamping itu, perekaman video 8K memerlukan komputasi yang sangat tinggi sehingga Samsung membatasi maksimum hanya 5 menit video yang bisa direkam menggunakan konfigurasi ini. Selanjutnya, masing-masing video 8K itu akan direkam 24 frame per detiknya yang merupakan konfigurasi standar film-film layar lebar di Holywood. Karena prosesor yang digunakan pada seri Galaxy S20 ini (Exynos 990 dan Snapdragon 865) hanya sanggup merekam 30 FPS untuk video 8K maka wajar saja tidak ada pengaturan 60 FPS untuk fitur ini.

Selain perekaman video 8K pada 24 FPS, penambahan lain yang layak untuk disebut adalah adanya fitur pemotretan hyper-lapse waktu malam. Di sisi perangkat lunak kamera, ada mode Single Take baru, yang menyimpan sejumlah hasil bidikan, termasuk live focus dan wide angle – pada dasarnya semua fitur pemotretan yang berbeda akan diambil sekaligus, sehingga setelahnya Anda dapat melihat-lihat hasilnya dan memilih yang terbaik. Foto-foto gabungan ini memakan ruang antara 50 dan 70MB untuk sebuah fotonya dan Anda harus melihat dan menghapus secara manual hasil foto yang tidak Anda inginkan. Jadi saran saya adalah jangan menggunakan fitur ini tiap kali melakukan pengambilan foto dan segera hapus foto-foto yang tidak Anda perlukan.

Nona binning adalah salah satu kejutan fotografi khusus pada seri Galaxy S20 Ultra lainnya. Seperti Space Zoom (yang rada-rada tidak masuk akal), teknologi ini dapat menjadi pengubah permainan bagi fotografer amatir yang ingin meningkatkan skill mereka. Teknologi ini (yang baru-baru ini diluncurkan sebagai pengajuan paten) mengurangi sebagian besar sensor 108 MP menjadi hanya 12 MP, dengan memanfaatkan jumlah cahaya yang luar biasa yang dimungkinkan oleh sensor tersebut.

Nona binning adalah istilah pemasaran yang digunakan oleh Samsung yang merujuk pada cara melakukan pengelompokkan satu atau sekumpulan nilai riil menjadi suatu nilai “bin” yang lebih kecil. Teknologi Nona binning milik Samsung sendiri menggunakan sistem 3×3. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang Nona binning ini dapat dibaca pada laman ini.

Kesimpulan

Okay, kita akhirnya sampai pada bagian kesimpulan. Semoga pertanyaan kenapa Samsung menyematkan nama S20 pada seri Galaxy tahun ini, dengan melompati begitu banyak penomoran jika mengikuti aturan sebelumnya, dapat sedikit terjawab melalui tulisan ini. Memang alasan sebenarnya tidak pernah dikonfirmasi atau diungkap secara langsung oleh Samsung, namun kita dapat menyimpulkan sendiri bahwa Samsung menganggap teknologi-teknologi yang disematkan pada seri Galaxy 20 tahun ini adalah sangat jauh di depan semua kompetitornya (Apple rasa-rasanya harus membuat gebrakan pada peluncuran iPhone 12 tahun ini atau akan semakin tertinggal). Atau mungkin ada jawaban yang sangat sederhana di balik penamaan ini, yaitu mengikuti tahun diluncurkannya. Karena tahun ini adalah 2020 maka seri Galaxy dinamakan S20, mungkin tahun depan S21 akan digunakan untuk nama seri Galaxy berikutnya. Tidak ada yang tahu secara pasti hehehe.

Kelebihan

  • 4 kamera belakang dengan resolusi tinggi yang menghasilkan berbagai foto yang menawan.
  • Teknologi 5G yang mendukung kecepatan transfer data sampai dengan 10 Gbps.
  • Fitur perekam video dengan resolusi 8K pada 24 FPS.
  • Space Zoom yang dapat memperbesar obyek foto sampai dengan 100X aslinya.

Kekurangan

  • Kapasitas paling rendah yang terlalu kecil (128 MB), padahal teknologi foto dan video resolusi 8K sangat haus akan ruang penyimpanan.
  • Teknologi 5G belum didukung di Indonesia.

Jika boleh saya memberikan sedikit masukan kepada Anda, maka semua teknologi yang super duper wah yang disematkan oleh Samsung pada seri Galaxy S20, khususnya yang Ultra, memang benar-benar menggiurkan. Ini cocok dengan harga yang ditawarkan. Tapi jujur saya rasa sebagian besar teknologi tersebut kemungkinan tidak akan pernah disentuh oleh penggunanya, bisa jadi karena ketidaktahuan, ketidakinginan atau bahkan karena ketidakmampuan infrastruktur pendukungnya. Saya sendiri menggunakan Samsung S10+ dari tahun lalu dan saya tidak ingat kapan terakhir saya menggunakan fitur perekaman 4K yang ada ataupun teknologi kamera lainnya yang ada pada ponsel tersebut. Satu-satunya alasan kenapa saya menggunakannya adalah karena saya mengembangkan aplikasi mobile yang saya tujukan untuk pasar Indonesia, dan di sini Android masih menjadi pilihan utama pengguna ponsel. Fitur-fitur perekaman video 8K yang setara dengan teknologi yang digunakan oleh sutradara besar Hollywood untuk memproduksi film layar lebarnya kemungkinan hanya akan menjadi pemanis pemasaran produk ini oleh Samsung (tapi gak tau juga ya sapa tau calon pembelinya paham dan butuh teknologi ini :D). Disamping itu, teknologi 5G setidaknya tidak akan sampai di Indonesia sampai 2 tahun ke depan. Ini yang saya sebut sebagai mubazir. Jadi saran saya kepada Anda yang ingin membeli ponsel ini adalah untuk berpikir dua kali tentang apa sebenarnya tujuan Anda membeli ponsel. Apakah memang ada fitur yang benar-benar Anda butuhkan dari Galaxy S20 Ultra? Untuk foto saya rasa besarnya megapiksel bukan satu-satunya faktor penentu bagus atau tidaknya foto yang dihasilkan. Memang besar megapiksel tersebut akan mempengaruhi hasil ketika dicetak, tapi kalo Anda hanya melihatnya di ponsel Anda atau mengunggahnya ke media sosial (yang tentu saja akan melakukan kompresi terhadap foto tersebut) maka besarnya resolusi foto Anda tidak terlalu berpengaruh atau malah akan diturunkan secara otomatis oleh aplikasi media sosial yang digunakan. Saya tetap percaya bahwa selain megapiksel hal yang sangat menentukan adalah dukungan aplikasi dari pembuat ponsel itu sendiri. Samsung terkenal dengan produk-produk yang memiliki teknologi keren, ini rasanya sudah menjadi cirinya, namun aplikasi bawaan yang mendukung teknologi tersebut saya rasa masih bisa ditingkatkan lagi. Dalam hal ini, Apple dengan iPhone dan ekosistem pendukungnya, mulai dari perangkat keras (Apple mendesain sendiri prosesor yang digunakan pada ponsel maupun tabletnya), sistem operasi sampai dengan perangkat lunak pendukung bawaan dari ponsel itu sendiri jauh masih lebih baik. Sejauh ini saya masih sangat nyaman menggunakan produk-produk Apple (baca juga review saya tentang iPad Pro 2020 dan Apple Magic Keyboard yang menjadi perangkat kerja saya yang baru). Tapi, ini adalah merupakan pendapat pribadi saya hehehe, Anda boleh setuju ataupun tidak. Kita punya pilihan dan favorit masing-masing, jadi tidak perlu adu argumen ya. Apple sendiri sebenarnya belakangan ini (semenjak Steve Jobs meninggal dunia dan keluarnya Jony Ive yang merupakan desainer terbaik menurut saya) kurang dapat menghasilkan produk atau perbaikan terhadap produk sebelumnya yang dapat membuat orang tercengang. Ini yang kelihatannya sedikit demi sedikit mulai bisa diambil alih oleh Samsung.

Kembali ke laptop, eh kembali lagi ke teknologi-teknologi yang dimiliki oleh Galaxy S20 Ultra. Space Zoom? Untuk apa? Jika Anda bekerja di bidang fotografi yang membutuhkan teknologi memperbesar obyek foto dari jauh (mungkin Anda diam-diam ingin mengabadikan si raja hutan tanpa perlu mendekatinya sehingga memperpanjang umur Anda :D) maka ponsel ini dapat membantu Anda dalam mencapai tujuan itu. Tapi seperti yang telah saya alami (ketika mencoba menggunakan hape yang bukan milik saya, baca: istri), menggunakan pembesaran sampai 100x tentu saja akan membuat Anda kesulitan untuk melakukan pengambilan foto. Kadang-kadang obyek Anda akan hilang dari layar karena sedikit saja Anda bergerak, maka gerakan itu akan menyebabkan obyek Anda menjadi keluar dari fokus. Belum lagi jika Anda mencoba untuk menangkap obyek foto yang bergerak dengan bantuan zoom 100x, saya ucapkan selamat mencoba saja.

Akhir kata, seperti biasanya jika seorang teman bertanya tentang produk keluaran terbaru, saya akan menyarankan kepadanya ataupun Anda untuk menyesuaikan tujuan dan kemampuan (terutama dari sisi finansial) Anda sebelum memutuskan untuk membeli gadget baru (terutama si Galaxy S20 Ultra ini). Jawab pertanyaan ini, fitur apa yang Anda butuhkan dan benar-benar akan digunakan yang ada pada Galaxy S20 Ultra dan tidak dimiliki ponsel lain. Jika Anda menemukan jawabannya maka silakan boyong si Galaxy S20 Ultra ini dari gerai terdekat, tapi jika tidak tidak perlu buang-buang uang kan guys.

2 tanggapan untuk “Review: Samsung Galaxy S20 Ultra”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *