Kategori
Ulasan

Testing Fitur Hypersmooth 2.0 di GoPro Hero 8 Black

Silakan bagikan tulisan ini

Salah satu fitur yang menjadi andalan GoPro Hero 8 Black adalah hypersmooth 2.0. Sebenarnya apa sih fitur ini? Seberapa besar peningkatan yang ditawarkan pada versi 2.0? Jika Anda ingin memahami fitur hypersmooth ini dan penasaran gimana sih pengaruhnya pada hasil rekaman video ataupun foto dari GoPro Hero 8 Black, silakan dilanjutkan membaca. Sebelumnya, dibaca juga ulasan lengkap mengenai GoPro Hero 8 Black ini dan juga jangan lupa ditonton video unboxing-nya di Youtube Suns Channel. Buat yang pingin tau aksesoris apa saja yang bisa ditambahkan ke GoPro Hero 8 Black, baca juga aksesoris-aksesoris GoPro Hero 8 Black atau tonton cara memasang aksesoris Media Mod dan Light Mod di Suns Channel.

Fitur Hypersmooth 2.0

Sejak awal diluncurkan pertama kali di tahun 2005 sampai dengan peluncuran GoPro Hero 8 Black tahun 2019, kamera GoPro terkenal dikenal sebagai kamera yang ringkas dan portabel tapi menghasilkan kualitas foto maupun video yang setara dengan hasil dari kamera ponsel 12 MP. Walaupun begitu, kelebihan dari sisi ukuran yang menyebabkan pengguna olah raga ekstrem seperti sepeda gunung, berselancar, bermain ski, atau bermain seluncur es tetap setia dengan GoPro karena hasil tangkapan kameranya yang mumpuni. Variasi aksesoris yang tidak terbatas juga menjadi salah satu daya tarik dari kamera GoPro (silakan dibaca ulasan mengenai Media Mod dan Light Mod untuk GoPro Hero 8 Black pada tulisan saya sebelumnya).

Hypersmooth merujuk ke fitur pada kamera aksi GoPro yang memberikan rekaman profesional yang sangat halus dengan melakukan koreksi terhadap goyangan kamera. Fitur ini memotong-motong video Anda saat melakukan perekaman, sehingga memungkinkannya untuk mengurangi dampak dari goyangan dengan menghapus hasil rekaman yang kurang tajam. Ini membuatnya sempurna untuk olah raga ekstrem yang tentunya akan memberikan banyak goncangan.

Fitur Hypersmooth sendiri mulai diperkenalkan pada seri Hero 7. Penambahan Hypersmooth pada seri GoPro tersebut meningkatkan hasil perekaman secara dramatis. Gimbal tidak diperlukan lagi karena gambar akan distabilkan oleh fitur Hypersmooth. Tentu saja ini akan sangat membantu dalam melakukan perekaman karena tidak perlu alat tambahan untuk stabilisasi gambar. Pada seri Hero 8 ini Hypersmooth tadi ditingkatkan ke level berikutnya dengan versi 2.0. Ada empat konfigurasi yang bisa dipilih seperti diperlihatkan pada tabel di bawah ini. Disamping itu, Hypersmooth ini tersedia untuk semua kombinasi resolusi video dan frame rate. Untuk konfigurasi lengkap yang disediakan dapat dilihat pada laman Community GoPro.

SettingDeskripsi
BoostStabilisasi paling tinggi dengan pemotongan yang ketat
HighStabilisasi yang lebih kuat dengan pemotongan yang minimal (10%)
OnVideo yang terstabilisasi dengan pemotongan minimal (10%)
OffPerekaman video tanpa stabilisasi dan pemotongan
Empat level setting yang ada pada Hypersmooth 2.0

Testing Kamera

Untuk testing fitur Hypersmooth ini, kami coba untuk merekam video ketika bersepeda. Jadi kamera kami pasang di helm sepeda dengan memasang flat buckle mount dengan curve base yang berisikan stiker perekat. Setelah itu baru kamera GoPro dipasang dengan menggunakan baut yang datang bersama flat buckle mount. Hasil pemasangan dapat dilihat seperti pada gambar di atas.

Uji coba dilakukan dalam dua tahap. Kedua tahap pengujian ini dibedakan dari sisi konfigurasi yang digunakan. Konfigurasi selengkapnya dapat dilihat di bawah ini.

Konfigurasi pertama
  • Resolusi 4K dengan 60 FPS
  • Lensa Linear
  • Hypersmooth On
  • Color GoPro
  • Bit Rate High
  • Shutter 1/120
Konfigurasi kedua
  • Resolusi 1080HD dan 30 FPS
  • Lensa Wide
  • Hypersmooth On
  • Color GoPro
  • Bit Rate Standard
  • Shutter Auto

Konfigurasi pertama digunakan untuk merekam video tampak depan. Sedangkan konfigurasi kedua dipakai untuk menangkap video tampak belakang. Di kedua konfigurasi, Hypersmooth ada pada posisi On. Hasil rekaman video untuk kedua konfigurasi dapat dilihat pada video Youtube di bawah ini.

Dari hasil rekaman kedua video terlihat bahwa fitur Hypersmooth 2 ini benar-benar memberikan stabilisasi yang maksimal. Pada jalan beraspal terlihat hasil rekaman video sangat halus dan tidak ada goncangan yang terlihat. Pada resolusi 4K maupun 1080HD, hasil rekaman tidak jauh berbeda, dimana goncangan pada video nyaris tidak terlihat kecuali pada saat sepeda melalui jalanan yang berlubang. Itupun hanya sebagian video yang terlihat terguncang.

Pengujian fitur Hypersmooth ini sendiri juga memberikan beberapa pengalaman penting yang berhubungan dengan baterai dan kartu memori. Pertama, dengan membawa dua baterai (satu terpasang di kamera GoPro dan satunya sebagai cadangan) saya pikir akan aman. Ternyata, merekam pada resolusi 4K membuat kamera GoPro menjadi sangat rakus akan penggunaan daya. Dari kondisi baterai terisi penuh sampai dengan kamera mati, perekaman video 4K yang dapat dilakukan adalah selama tidak lebih dari 20 menit. Ini tentu saja sangat memprihatinkan jika Anda tidak membawa banyak baterai ataupun charger untuk mengisi kembali daya baterai Anda. Kedua, kartu memori yang datang dengan GoPro Hero 8 Black adalah microSD berkapasitas 32GB. Perekaman video 4K selama 20 menit tadi menghabiskan hampir 70% dari kapasitas memori. Ini artinya sisa ruang penyimpanan saya adalah kurang lebih 10GB. Jadi untuk Anda yang ingin selalu merekam video 4K maka rasanya perlu dipertimbangkan untuk membeli kapasitas memori yang lebih besar, paling tidak 128GB. Terakhir, seperti yang telah dialami oleh GoPro Hero mulai dari versi 6 (dan di versi 8 ini masih belum teratasi), panas yang dikeluarkan oleh kamera adalah sangat terasa. Kalau ditempelkan pada tangan Anda, maka Anda akan merasakan panasnya sama seperti kalau Anda memegang teh panas. Semoga saja panas yang dihasilkan ini tidak mempersingkat waktu hidup dari kamera saya.

Akhir kata, dari hasil pengujian fitur Hypersmooth 2.0 ini dapat ditarik kesimpulan bahwa stabilisasi yang diberikan oleh fitur tersebut lebih baik dari versi sebelumnya. Goncangan pada hasil rekaman sepertinya tidak tampak dan rasanya GoPro bisa mengatakan mereka telah meningkatkan fitur stabilisasi pada versi Hero 8 Black ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *