Kategori
Ulasan

Huawei P40 Pro+: Kelebihan dan Kekurangannya

Silakan bagikan tulisan ini

Huawei baru saja merilis secara resmi ponsel flagship-nya, P40 Pro+, di Indonesia yang harganya hampir mencapai Rp. 20 juta. Nah, untuk harga setinggi itu, kira-kira apakah sebanding dengan fitur yang disediakan? Untuk sekedar informasi Huawei saat ini sedang ada masalah dengan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump. Karena masalah ini, maka semua perusahaan asal Amerika dilarang untuk bekerja sama dengan Huawei dalam bentuk apapun. Hal ini juga menyebabkan Huawei kehilangan dukungan layanan Google Mobile Services yang meliputi GMail, Youtube, Drive, Google Maps, Play Store dan semua aplikasi Google yang ditujukan untuk perangkat bergerak (mobile).

Wah, kalo sampai Play Store tidak bisa diakses di ponsel Huawei trus kemana ya kalau mau mencari aplikasi Android? Trus, apa hal ini ngaruh banget ke kenyamanan menggunakan ponsel Huawei? Baca terus ya artikel ini untuk tau jawabannya.

Video unboxing Huawei P40 Pro+ dan Huawei Band 3e
Spesifikasi

Ok, seperti biasa kita berangkat dulu dari spesifikasi ya guys. Untuk pembanding di sisi spesifikasi saya gunakan Samsung Galaxy S20 Ultra yang adalah flagship dari Samsung.

Huawei P40 Pro PlusSamsung Galaxy S20 Ultra
Teknologi JaringanGSM / HSPA / LTE / 5GGSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE / 5G
Dimensi Bodi158.2 x 72.6 x 9 mm166.9 x 76 x 8.8 mm 
Berat226 gr222 gr
Layar dan Resolusi6,58 inci dengan 1200 x 2640 pixels (~441 ppi)6,9 inci dengan 1440 x 3200 pixels, 20:9 ratio (~511 ppi)
Teknologi LayarOLED capacitive touchscreenDynamic OLED 2x capacitive touchscreen
ChipsetKirin 990 5G (7 nm+)Exynos 990 (7 nm+) – Global
CPUOcta-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.36 GHz Cortex-A76 & 4×1.95 GHz Cortex-A55)Octa-core (2×2.73 GHz Mongoose M5 & 2×2.50 GHz Cortex-A76 & 4×2.0 GHz Cortex-A55) – Global
GPUMali-G76 MP16Mali-G77 MP11 – Global
RAM8 GB12 GB
Kapasitas Penyimpanan512 GB (tanpa ekspansi)128 GB (ekpansi sampai dengan 1 TB dengan microSD)
Kamera Belakang50 MP (f/1.9, RYYB, OIS) utama wide; 8 MP (f/4.4, OIS, 10x optical zoom); telephoto 8 MP (f/2.4, OIS, 3x optical zoom); telephoto 40 MP;(f/1.8) ultrawide; kamera 3D Time of Flights108 MP sudut lebar; kamera periskop 48 MP dengan 10x hybrid optical zoom; 64 MP telephot;, 12 MP ultrawide
Kamera Depan32 MP, f/2.2 + IR ToF 3D40 MP
Kapasitas Baterai4200 mAh5000 mAh
KonektivitasUSB Type-C, Wi-Fi 802.11, Bluetooth 5.1USB Type-C, Wi-Fi 802.11, Bluetooth 5.0
JaringanDual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Ketahanan AirIP68IP68
WarnaCeramic WhiteCosmic Black, Cosmic Gray
HargaRp. 18,499 jutaRp. 18,7 juta
Perbandingan spesifikas Huawei P40 Pro Plus dengan Samsung Galaxy S20 Ultra (Sumber: GSMArena)

Jika dilihat dari perbandingan spesifikasi di atas maka ponsel flagship dari kedua pabrikan ponsel ini hampir sama. Perbedaan mendasar yang mungkin terlihat adalah dari sisi layar dimana resolusi yang ditawarkan Samsung Galaxy S20 Ultra mencapai 551 ppi sedangkan Huawei P40 Pro+ hanya 441 ppi (lebih dari 100 ppi lebih rendah). Bagi pecinta layar indah maka Samsung adalah jawaranya dengan teknologi Dynamic OLED yang digunakan pada layar. Teknologi ini menurut Samsung dapat memberikan pengalaman layar sentuh yang 2x lebih responsif dibandingkan teknologi biasa.

Dari sisi chipset, kedua ponsel menggunakan chipset yang berbeda namun sama-sama menggunakan teknologi octa-core. Huawei P40 Pro+ menggunakan chipset yang diproduksi oleh Kirin yaitu 990 5G dengan teknologi 7 nanometer (nm+). Sedangkan Samsung, untuk pasar global menggunakan chipset produksi mereka sendiri yaitu Exynos 990 dengan teknologi yang sama. Walaupun pada sisi clock-speed, chipset 990 5G ini sedikit lebih kencang tapi rasanya tidak terlalu signifikan.

Pada sektor memori, RAM bawaan dari Huawei P40 Pro+ adalah sebesar 8 GB sedangkan Samsung Galaxy S20 Ultra menawarkan RAM yang sangat lega yaitu 12 GB. Untuk media penyimpanan, ruang yang disediakan oleh Huawei Pro+ adalah sangat lega yaitu 512 GB (ini versi ponsel yang saya review disini), tanpa pilihan untuk ekspansi. Untuk Samsung Galaxy S20 Ultra standar yang disediakan adalah 128 GB, namun dapat diekspansi sampai 1 TB menggunakan kartu microSD.

Untuk kamera, Huawei P40 Pro+ menggunakan komposisi lima (penta) kamera dengan kamera utama 50 MP untuk lensa wide, 40 MP ultra wide, 8 MP periscope telephoto, 8 MP telephoto dan TOF 3D (depth). Sedangkan Samsung Galaxy S20 Ultra menerapkan komposisi empat (quad) kamera dengan kamera utamanya memiliki resolusi sangat tinggi yaitu 108 MP (lebih dari 2x lipat kamera utama Huawei P40 Pro+), 48 MP periscope telephoto, 12 MP ultra wide and kamera 0,3 MP depth. Pada kamera depan, Huawei P40 Pro+ bertenagakan lensa 32 MP dibanding Samsung Galaxy S20 Ultra yang menaruh 40 MP. Pada sisi kamera ini, komposisi 5 kamera belakang yang ditawarkan Huawei P40 Pro+ tentu sangat menarik untuk fotografer dengan banyaknya pilihan lensa, tapi di sisi lain Galaxy S20 Ultra menawarkan kekuatan pada sisi resolusinya. Kamera depan saya rasa kekuatan kamera kedua ponsel flagship ini berimbang. Satu kelebihan dari P40 Pro+ adalah pada sisi lensa yang digunakan yaitu Leica yang terkenal akan kehandalannya untuk menyediakan lensa premium pada kamera profesional. Ini adalah satu poin yang bisa dijadikan pertimbangan ketika memilih ponsel untuk fotografi.

Pada sisi baterai, Galaxy S20 Ultra dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5000 mAh yang pada teori seharusnya akan memberikan waktu pemakaian yang lebih lama dibandingkan dengan Huawei P40 Pro+. Sayangnya, saya tidak dapat merasakan langsung menggunakan Galaxy S20 Ultra untuk pemakaian sehari-hari, tapi baterai cukup untuk penggunaan 1-2 hari (pemakaian rata-rata tanpa melakukan sesuatu yang intensif seperti meng-edit video atau video call). Untuk P40 Pro+, baterai 4200 mAh (dari pengalaman sendiri) cukup untuk melewati satu hari pemakaian (pake media sosial, cek email, baca berita, coba main game Mobile Legends sebentar, balik lagi media sosial hehehe). Tentu saja, semakin besar kapasitas baterai maka kekuatannya akan bertambah. Jadi kalau baterai adalah salah satu poin yang dianggap penting maka saran saya selalu pilih baterai dengan kapasitas paling besar heheheh, simpel kan.

Hilangnya Google Mobile Services

Jauh sebelum rilisnya, banyak orang menyangsikan apakah Huawei bisa survive tanpa dukungan Google Mobile Services (GMS). Hilangnya GMS tentu berdampak terhadap tidak adanya GMail, Youtube, Google Maps, dan seabreg dukungan lainnya. Yang paling menyesakkan adalah tidak adanya Play Store pada semua ponsel buatan Huawei.

Huawei tentu saja tidak berdiam diri, solusi yang ditawarkan adalah berupa App Gallery. App Gallery adalah store buatan Huawei dimana kita bisa mencari aplikasi yang kita inginkan. Tentu saja karena App Gallery ini masih baru maka belum semua aplikasi ada di sana. Beberapa aplikasi perbankan dalam negeri seperti aplikasi Mandiri Online, BCA, Link aja sudah dapat ditemukan di App Gallery. Pun begitu dengan aplikasi operator jaringan seperti MyTelkomsel, myIM3, myXL dapat diinstal langsung dari App Gallery. Untuk aplikasi hiburan, kita dapat menginstal Vidio, Viu, JOOX Music. Selain itu, aplikasi-aplikasi terkenal seperti Netflix, melalui App Gallery kita akan diarahkan ke tautan untuk dapat mengunduhnya. Jadi saya rasa tidak lama lagi ketidakhadiran GMS akan menjadi tidak terasa. Tentu untuk pengguna Huawei pada masa-masa awal ini ketidakhadiran GMS akan membuat kita sedikit kesulitan, tapi bukan berarti tidak ada solusi.

Menginstal Aplikasi via PureAPK

Selain App Gallery, solusi untuk ketidakhadiran GMS dapat dipecahkan dengan menginstal aplikasi dari PureAPK (seperti Play Store yang menyediakan file instalasi atau APK dari aplikasi-aplikasi terkenal). Untuk cara menginstal aplikasi dari PureAPK ini dapat dilihat pada video di bawah.

Cara menginstal aplikasi via PureAPK

Kesimpulan

Setelah melihat spesifikasi dan fitur-fitur yang ditawarkan maka ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari P40 Pro+ yang dapat disimpulkan seperti di bawah ini.

Kelebihan
  • Komposisi penta kamera dengan lensa Leica
  • Baterai cukup besar
  • Dukungan 5G
  • Ruang penyimpanan besar
Kekurangan
  • Ketidakhadiran GMS
  • Tidak ada opsi untuk slot memori tambahan

Kalo bisa ditarik kesimpulan maka ketidakhadiran GMS memang menjadi satu poin penting yang mungkin membuat kita berpikir kembali untuk membeli ponsel keluaran Huawei. Tapi, Huawei sendiri telah bekerja sangat keras untuk menghadirkan semua aplikasi-aplikasi terbaik pada App Gallery miliknya. Jangan lupakan solusi menggunakan PureAPK-nya. Saya sudah membuktikan sendiri bahwa sebagian besar aplikasi yang saya gunakan di iOS dapat saya instal di P40 Pro+. Walaupun begitu, aplikasi Youtube masih belum muncul di App Gallery maupun PureAPK. Solusinya, akses dulu via browser hehehe. Kamera adalah satu poin penting yang harus menjadi perhitungan karena komposisi 5 kamera dengan lensa Leica adalah sangat menarik (ulasan mengenai kamera P40 Pro+ akan saya tulis pada artikel yang lain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *